26 · Filipina

Terasering Banaue

Dipahat dengan tangan di lereng gunung oleh suku Ifugao dan masih ditanami padi hingga kini.

Pemegang saat ini
Jadilah Pemegang Pertama

Belum ada yang mengklaim. Namamu membuka daftar ini — mulai US$3.

Jadi yang pertama:US$3
Bagikan X WhatsApp Gambar

Daftar Pemegang

Disediakan Untuk Nama Pertama

Daftar masih kosong. Siapa pun yang mengklaim lebih dulu tercatat di sini selamanya — mulai US$3.

US$3

Kisahnya

Para wanita melantunkan syair hudhud di sawah saat musim panen

Pagi musim panen di desa suku Ifugao. Barisan wanita melangkah di sawah berair di lereng gunung, membungkuk memotong tangkai padi dengan pisau kecil. Salah satu dari mereka mulai bernyanyi. Ini bukan lagu kerja biasa, melainkan syair epos lisan hudhud yang mengisahkan leluhur, kepahlawanan, dan pernikahan agung masa silam. Tradisi lisan ini tidak pernah dituliskan dalam buku; ia dipelajari secara turun-temurun dengan berdiri langsung di sawah dan mendengarkan para tetua.

Dinding Batu, Air, Dan Misteri Usia

Dinding penahan terasering dibuat dari tumpukan batu kali dan tanah padat tanpa semen atau perekat modern. Di balik dinding membentang petak sawah berair datar tempat padi ditanam. Berundak-undak menyelimuti lereng bukit di Provinsi Ifugao, Luzon utara, pemandangan ini menyerupai tangga raksasa yang diukir untuk para dewa.

Perdebatan tentang usianya masih berlanjut: cerita populer menyebut usia dua ribu tahun, sementara temuan arkeologi modern mengindikasikan perluasan besar terjadi pada abad ke-16 dan ke-17 saat masyarakat mengungsi ke pegunungan demi menghindari penjajahan Spanyol. Sebagai lanskap hidup, dinding-dinding ini terus bertahan berkat perbaikan rutin petani setiap musim.

Para pembangun Ifugao menyusun dinding batu di lereng gunung

Keajaiban sejati terletak pada sistem hidrologinya: di puncak bukit terdapat hutan lindung adat bernama muyong yang menyerap air hujan dan mendistribusikannya melalui saluran tanah dan pipa bambu alami, mengairi terasering dari petak paling atas hingga mengalir ke sungai di lembah.

Fakta Sudut Pandang Wisata

Terasering Padi Cordilleras Filipina ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995 untuk lima klaster tradisional (seperti Batad dan Bangaan). Uniknya, gardu pandang tepi jalan Banaue yang paling sering difoto tidak masuk dalam daftar resmi UNESCO karena perkembangan bangunan di sekitarnya.

Seorang petani menata ulang dinding terasering yang runtuh diterjang topan

Terasering hanya bisa hidup selama ada yang mengolahnya. Merestorasi dinding berarti mengangkat batu di tengah lumpur basah dengan tangan sendiri, menjaga agar alam pegunungan tidak merebut kembali sawah warisan leluhur.

Lokasi

Banaue, Ifugao
Filipina

Banaue, Ifugao

16.9260, 121.0572