Daftar Pemegang
Daftar masih kosong. Siapa pun yang mengklaim lebih dulu tercatat di sini selamanya — mulai US$3.
Kisahnya
Pada tahun 1536, selama pengepungan besar Cusco untuk merebut kembali ibu kota kekaisaran dari penjajah Spanyol, Manco Inka memimpin pasukannya dan bertahan di benteng Sacsayhuamán. Dari balik tiga lapis dinding zigzag bertingkat, para pelontar batu Inka menghujani pasukan Spanyol. Dalam pertempuran sengit tersebut komandan Spanyol Juan Pizarro tewas, dan panglima Inka terakhir memilih melompat dari puncak menara daripada menyerah.
Rekayasa Megalitikum Kekaisaran Inka
Dimulai pada pertengahan abad ke-15 di bawah pemerintahan Kaisar Pachacuti, pembangunan benteng ini mengerahkan puluhan ribu pekerja melalui sistem kerja bakti kekaisaran (mita). Tanpa roda atau hewan penarik beban, balok batu kapur seberat lebih dari seratus dua puluh ton ditarik menggunakan tali jerami tebal, batang kayu penggelinding, dan tanjakan tanah.
Tukang batu Inka memahat setiap batu secara poligonal agar saling mengunci rapat dengan batu di sebelahnya tanpa menggunakan semen perekat sama sekali. Sambungan yang presisi dan dinding yang condong ke dalam membuat struktur ini tahan terhadap guncangan gempa bumi dahsyat.
Setelah penaklukan, pihak Spanyol menjadikan benteng ini tambang batu untuk membangun gereja-gereja di Cusco, namun barisan batu raksasa di fondasi bawah terlalu berat untuk dipindahkan.
Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1983, Sacsayhuamán menjadi lokasi perayaan festival matahari tahunan Inti Raymi.