Daftar Pemegang
Daftar masih kosong. Siapa pun yang mengklaim lebih dulu tercatat di sini selamanya — mulai US$3.
Kisahnya
Dua belas pilar menopang Gerbang Yomeimon, gerbang paling megah di Nikko. Sebelas pilar menampilkan pola ukiran geometris yang seragam; pilar kedua belas dipasang terbalik. Ini bukan ketidaksengajaan, melainkan filosofi tradisi Jepang: kesempurnaan mutlak adalah awal dari kemunduran, sehingga pembuatnya sengaja menyisakan satu ketidaksempurnaan agar karyanya tetap belum selesai dan terhindar dari kehancuran.
Shogun Yang Diangkat Menjadi Dewa
Tokugawa Ieyasu, pemersatu Jepang yang mendirikan keshogunan yang memerintah selama dua setengah abad, berwasiat agar jasadnya dimakamkan di pegunungan Nikko tepat di utara Edo (Tokyo), menjadikannya laksana Bintang Kutub yang menaungi dinastinya.
Pada dekade 1630-an, cucunya Iemitsu membangun kembali kompleks makam dengan kemewahan luar biasa yang mempekerjakan puluhan ribu pemahat dan ahli pernis emas terbaik Jepang.
Tiga Monyet Bijak Dan Lorong Pohon Cedar
Di dinding kandang kuda suci terpahat relief legendaris Tiga Monyet Bijak (tidak melihat yang jahat, tidak mendengar yang jahat, tidak berbicara yang jahat), yang melambangkan tahapan masa kanak-kanak dalam siklus kehidupan.
Tuan tanah Matsudaira Masatsuna, yang tidak mampu menyumbangkan lentera perunggu mahal, menanam puluhan ribu pohon cedar Jepang di sepanjang jalan menuju kuil selama dua puluh tahun, menghasilkan lorong pohon cedar terpanjang di dunia.
Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1999, Kuil Nikko Tosho-gu adalah mahakarya seni dan spiritualitas zaman samurai.
Lokasi
2301 Sannai, Nikko, Tochigi 321-1431
36.7581, 139.5989