35 · Portugal · Dibangun 1519
Menara Belém
Penjaga muara Sungai Tagus yang menyaksikan armada penjelajah Portugis berangkat ke laut.
Belum ada yang mengklaim. Namamu membuka daftar ini — mulai US$3.
Daftar Pemegang
Daftar masih kosong. Siapa pun yang mengklaim lebih dulu tercatat di sini selamanya — mulai US$3.
Kisahnya
Pada musim gugur tahun 1519, para pelaut Portugis yang kembali dari pelayaran samudra yang penuh badai memasuki muara Sungai Tagus. Di cakrawala, mereka melihat siluet putih menjulang dari permukaan air laksana permata batu yang mengapung di teluk: itulah Menara Belém yang baru saja selesai dibangun. Bagi para pelaut yang kembali dari India, Brasil, atau pantai Afrika, menara ini bukan sekadar pemandangan yang menyambut kepulangan, melainkan bukti nyata bahwa mereka telah selamat mengarungi bahaya samudra. Pada masa itu, menara ini berdiri di atas singkapan batu basal di tengah sungai, dikelilingi pasang surut air laut.
Diperintahkan pembangunannya oleh Raja Manuel I untuk menjaga pelabuhan dan menunjukkan kejayaan maritim Portugal, menara ini dengan cepat menjadi lambang abadi Era Penjelajahan Samudra.
Kisah Pelayaran Samudra Yang Dipahat Pada Batu
Menara ini merupakan puncak dari seni Manueline, gaya Gotik akhir khas Portugal. Ciri utamanya adalah kecintaan mendalam pada unsur maritim: pada dinding batu kapurnya terpahat tali tambang kapal yang tebal, jangkar, bola armiler navigasi, serta dedaunan dan tanaman eksotis dari benua-benua jauh.
Loggia terbuka di sisi selatan menghadap ke laut menampilkan keanggunan khas istana, namun di baliknya tersembunyi kubu artileri meriam berat tepat di atas garis air untuk menenggelamkan kapal musuh.
Penjara Bawah Air Pasang
Kemewahan lantai atas berubah menjadi mimpi buruk kelam di ruang bawah tanah. Di rubanah benteng terdapat sel-sel penjara yang posisinya berada di bawah batas pasang air sungai. Saat air pasang naik, air sungai yang dingin merembes melalui jeruji besi dan menggenangi tubuh para tawanan hingga setinggi dada.
Di bawah kubah pengawas di sudut barat laut terdapat ukiran batu seekor badak. Pada tahun 1515, seekor badak hidup tiba di Lisbon sebagai hadiah dari India untuk Raja Manuel—badak hidup pertama yang menginjakkan kaki di Eropa sejak zaman Kekaisaran Romawi. Terpesona oleh makhluk eksotis tersebut, para pemahat mengabadikannya di dinding menara, menjadikannya penggambaran badak pertama dalam sejarah seni rupa Eropa.
Hari Ini
Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1983, Menara Belém berdiri anggun sebagai saksi bisu kejayaan bahari bangsa Portugis mengarungi samudra luas.