24 · Pakistan · Dibangun 1673

Masjid Badshahi

Dibangun Kaisar Mughal Aurangzeb, hampir tiga abad termasuk masjid terbesar di dunia.

Pemegang saat ini
Jadilah Pemegang Pertama

Belum ada yang mengklaim. Namamu membuka daftar ini — mulai US$3.

Jadi yang pertama:US$3
Bagikan X WhatsApp Gambar

Daftar Pemegang

Disediakan Untuk Nama Pertama

Daftar masih kosong. Siapa pun yang mengklaim lebih dulu tercatat di sini selamanya — mulai US$3.

US$3

Kisahnya

Awal 1670-an: balok-balok batu pasir merah diangkut menaiki perancah menara di Lahore

Berdirilah di depan gerbang barat Benteng Lahore pada tahun 1672, dan Anda akan menyaksikan lokasi konstruksi terbesar di seantero Kekaisaran Mughal. Ribuan pekerja memahat dan mengangkut batu pasir merah, empat menara raksasa menjulang di balik perancah kayu, dan di bagian tengah kerangka tiga kubah marmer putih mulai ditegakkan. Kaisar Aurangzeb memberi saudara sesusuannya, Fidai Khan Koka, gubernur Lahore, satu instruksi tegas: bangun masjid terbesar yang pernah ada di kekaisaran. Seluruh kompleks selesai pada tahun 1673, waktu yang luar biasa singkat untuk mahakarya berskala raksasa ini.

Putra Sang Pembangun Taj Mahal

Aurangzeb adalah putra Shah Jahan, kaisar pembangun Taj Mahal. Jika sang ayah menyukai marmer putih, tatahan batu mulia, dan taman simetris, sang putra berjiwa asketis dan sederhana. Masjid Badshahi ("Masjid Kekaisaran") memancarkan keagungannya lewat skala monumental: pelataran terbukanya dapat menampung hingga seratus ribu jemaah. Setiap menara menjulang setinggi 54 meter, dan fasad batu pasir merah berhias marmer putih dibangun sengaja melebihi ukuran Masjid Jama di Delhi. Saat diresmikan, masjid ini menjadi yang terbesar di dunia dan mempertahankan predikat tersebut selama lebih dari tiga abad.

Setengah Abad Menjadi Istal Kuda

Kuda kavaleri Sikh di pelataran dan meriam ringan dipasang di puncak menara

Setelah wafatnya Aurangzeb pada 1707, kekaisaran melemah dan Lahore berpindah tangan berkali-kali. Pada tahun 1799 pemimpin Sikh Ranjit Singh merebut kota dan memfungsikan pelataran masjid sebagai istal kavaleri kuda serta gudang mesiu. Pada tahun 1841 saat terjadi perang saudara, meriam-meriam ringan ditarik ke puncak menara untuk membombardir benteng di dekatnya: titik tertinggi di kota yang dibangun untuk azan sempat beralih fungsi menjadi sarang artileri.

Inggris menguasai Punjab pada tahun 1849 dan sempat menjadikannya garnisun militer, sebelum akhirnya desakan umat Muslim pada 1852 berhasil mengembalikan masjid tersebut ke fungsi ibadah aslinya dan merestorasinya secara menyeluruh.

Makam Sang Pujangga Di Pintu Gerbang

Tepat di samping gerbang utama masjid berdiri makam dari batu pasir merah dan marmer tempat bersemayamnya Muhammad Iqbal, pujangga dan pemikir besar yang dianggap sebagai bapak spiritual berdirinya Pakistan. Setiap orang yang melangkah masuk ke masjid kekaisaran kini melewati makam sang pujangga terlebih dahulu.

Februari 1974: para pemimpin KTT Islam berdiri dalam satu saf di pelataran masjid

Pada Februari 1974, Lahore menjadi tuan rumah KTT ke-2 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), di mana para kepala negara dan delegasi dari puluhan negara Muslim menunaikan salat Jumat bersama di pelataran masjid.

Hari Ini

Masjid Badshahi adalah pusat spiritual utama Lahore, dan pada dua hari raya Idulfitri dan Iduladha pelatarannya selalu dipadati ratusan ribu jemaah. Terdaftar dalam daftar tentatif UNESCO sejak 1993, masjid ini tetap berdiri megah sebagai lambang kejayaan seni bina Islam di Asia Selatan.

Lokasi

Lahore
Pakistan

Walled City, Lahore, Punjab

31.5880, 74.3103