Daftar Pemegang
Daftar masih kosong. Siapa pun yang mengklaim lebih dulu tercatat di sini selamanya — mulai US$3.
Kisahnya
Pada akhir Januari 1968, di tengah perayaan Tahun Baru Imlek (Tet), pasukan Vietnam Utara menduduki benteng Huế dan mengibarkan benderanya di Menara Bendera (Kỳ Đài). Selama sebulan pertempuran sengit dari dinding ke dinding, pengeboman hebat meratakan sebagian besar Kota Terlarang Ungu. Dari sekitar seratus enam puluh bangunan istana yang megah, hanya segelintir yang tersisa di atas puing.
Tiga Lapis Benteng Di Tepi Sungai Parfum
Didirikan pada tahun 1802 oleh Kaisar Gia Long, penguasa pertama Dinasti Nguyễn yang mempersatukan Vietnam dari perbatasan Tiongkok hingga Delta Mekong, ibu kota ini dibangun di tepi Sungai Parfum dengan memadukan geomansi kuno dan benteng pertahanan ala Vauban Eropa. Tata letaknya terdiri dari tiga benteng konsentris: Benteng Luar, Kota Kekaisaran, dan Kota Terlarang Ungu khusus untuk keluarga kaisar.
Pada masa pemerintahan Kaisar Minh Mạng (1820-an–1830-an), Gerbang Selatan Ngọ Môn yang megah didirikan dan Sembilan Guci Perunggu Dinasti ditempa. Masing-masing guci berbobot dua ton dan dihiasi 153 relief pemandangan alam serta kekayaan negeri Vietnam.
Berakhirnya Monarki
Pada 30 Agustus 1945, Bảo Đại, kaisar terakhir Vietnam, menyerahkan stempel emas dan pedang pusaka kekaisaran kepada perwakilan Việt Minh di atas Gerbang Ngọ Môn sambil berikrar: "Saya lebih memilih menjadi warga negara dari negeri yang merdeka daripada menjadi kaisar dari bangsa yang terjajah".
Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1993, Kompleks Monumen Huế kini dipugar kembali dengan keanggunan kayu berpernis tradisional.