16 · Jepang · Dibangun 1609
Kastel Himeji
Sebuah bom jatuh di menaranya pada 1945 dan tidak meledak; kastel ini tak pernah direbut.
Belum ada yang mengklaim. Namamu membuka daftar ini — mulai US$3.
Daftar Pemegang
Daftar masih kosong. Siapa pun yang mengklaim lebih dulu tercatat di sini selamanya — mulai US$3.
Kisahnya
Pada dekade 1870-an, di awal Restorasi Meiji, seorang pengusaha membeli Kastel Himeji di pelelangan umum dengan harga murah untuk membongkar kayu dan gentengnya demi dijual kembali. Namun ketika menghitung biaya pembongkaran menara kayu enam lantai di puncak bukit, ia menyadari biayanya jauh melebihi nilai kayu bekas dan memutuskan membatalkannya. Kastel kayu paling utuh di Jepang ini selamat karena merobohkannya adalah bisnis yang merugikan.
Bangau Putih Dan Benteng Pertahanan Perang
Dibangun dalam bentuknya yang sekarang antara 1601 dan 1609 oleh Ikeda Terumasa, Himeji adalah puncak karya rekayasa militer samurai. Plester putih kapur tebal yang menyelimuti dindingnya bukan sekadar hiasan, melainkan lapisan tahan api untuk melindungi kayu dari panah api, sehingga kastel ini dijuluki Shirasagi-jo (Kastel Bangau Putih).
Kawasan benteng dirancang sebagai labirin mematikan: jalanan memutar yang membingungkan musuh, celah tembak segitiga dan lingkaran (sama) untuk senapan dan panah, serta lubang pelontar batu (ishi-otoshizama).
Bom Yang Gagal Meledak
Sepanjang era damai Edo, benteng tangguh ini tidak pernah mengalami pertempuran sungguhan. Pada Juli 1945 saat Perang Dunia II, pengeboman udara membakar hangus kota Himeji; secara ajaib, sebuah bom pembakar menembus atap dan mendarat di lantai kayu teratas menara tanpa meledak. Gempa bumi dahsyat Kobe pada 1995 pun tidak menggoyahkan bangunannya.
Di pelataran dalam terdapat Sumur Okiku yang legendaris, tempat kisah hantu pelayan wanita penghitung piring dalam cerita rakyat Jepang.
Ditetapkan sebagai Pusaka Nasional dan Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1993, Kastel Himeji adalah mahakarya abadi arsitektur istana kayu Jepang.