Daftar Pemegang
Daftar masih kosong. Siapa pun yang mengklaim lebih dulu tercatat di sini selamanya — mulai US$3.
Kisahnya
Pada abad ke-20, para arkeolog yang menggali kawasan kerajaan di Hampi menemukan kolam berundak (Pushkarani) dari batu sekis hitam yang turun ke dalam bagai piramida terbalik. Kolam ini telah terkubur di bawah tanah selama hampir empat ratus tahun. Menariknya, batu-batu tersebut memiliki tanda nomor tukang batu, membuktikan bahwa kolam ini dibuat di tempat lain dan dirakit di lokasi pada abad ke-16 sebagai bangunan siap pasang (prefabricated).
Ibu Kota Di Antara Bukit Batu Raksasa
Hampi terbentang di tepi Sungai Tungabhadra dalam lanskap dramatis tumpukan batu granit raksasa. Penguasa Kekaisaran Wijayanagara memadukan bebatuan alam ke dalam tembok dan kuil mereka. Pada puncak kejayaannya di awal abad ke-16 di bawah Raja Krishnadevaraya, pelancong Portugis Domingo Paes menulis bahwa kota ini sebesar Roma dan batu permata dijual bebas di pasar terbuka.
Enam Bulan Kebakaran
Pada Januari 1565, menyusul kekalahan dalam pertempuran Talikota melawan kesultanan-kesultanan tetangga, pasukan penakluk menjarah dan membakar Hampi selama hampir setengah tahun. Setelah itu penduduk mengungsi dan kota ini tidak pernah dihuni kembali.
Kereta Batu Dan Pilar Musik
Di pelataran Kuil Vittala berdiri Kereta Kencana Batu (Stone Chariot) yang ikonis, sebuah replika kereta kayu yang rodanya dahulu bisa berputar. Di aula yang sama terdapat pilar-pilar batu musik yang mengeluarkan tangga nada merdu saat diketuk.
Di tengah reruntuhan luas, Kuil Virupaksha tetap aktif digunakan untuk beribadah sejak abad ke-7 hingga saat ini. Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986, Hampi adalah saksi abadi kejayaan peradaban India selatan.
Lokasi
Hampi, Ballari District, Karnataka 583239
15.3350, 76.4600