Arsitektur Iman
Kubah, langit-langit melengkung, teras di bawah langit terbuka. Empat tempat memperlihatkan bagaimana berbagai tradisi memberi ruang dan bentuk pada keyakinan.
01 · Turki · 537
Hagia Sophia
Di suatu tempat di galeri atas, di atas pagar pembatas marmer yang menghadap ke ruang utama (nave), seorang Viking menggoreskan namanya. Huruf-hurufnya adalah runik dan sudah hampir halus terkikis, tetapi para ahli masih dapat mengenali bagian dari nama "Halfdan".
Baca kisahnya02 · Turki · 1575
Masjid Selimiye
Di usia mendekati delapan puluh tahun, kepala arsitek kekaisaran Mimar Sinan bertekad menuntaskan impian terbesarnya: membangun kubah yang mampu menyaingi kemegahan Hagia Sophia.
Baca kisahnya03 · Prancis · 1163
Notre-Dame De Paris
Pada tahun 1977, para pekerja yang menggali pelataran sebuah bank di Paris menemukan dua puluh satu kepala batu berukir mahkota dan janggut abad pertengahan. Itu adalah kepala Raja-raja Yehuda dari fasad Notre-Dame yang dipenggal pada 1793 saat Revolusi Prancis oleh massa yang mengiranya sebagai raja-raja Prancis.
Baca kisahnya04 · Indonesia · sekitar 800
Candi Borobudur
Berdirilah di puncak Candi Borobudur, dan arsitekturnya perlahan berhenti menceritakan hal-hal duniawi. Di tingkat bawah, setiap dinding dipadati ukiran kapal layar samudra, pasar tradisional, kawanan gajah, penari istana, dan para raja.
Baca kisahnya